KANA 5..
Desember 2011
(tulisan ini adalah hadiah. Saya baru saja selesai mengepak 40 paket untuk responden penelitian saya dulu, he. Masih kurang nempeli alamat saya, dan ke kantor pos,tapi saya rehat dulu -,-)
Kana 5 adalah rumah kos saya selama hampir 3,5tahun ini. Ini adalah rumah kos ke-4 sejak saya mulai indekos. Kana 5 berlokasi si jl Flamboyan, Gg Kana 5, Karangasem Baru, CT/X, Depok, Sleman. Gg Kana adalah gang yang sempit, beberapa teman saya sering lupa kalau mau mampir. Gang ini pas banget untuk lewat mobil, dan setelahnya akan terasa “kok gang ini kerasa lebih luas”, haha, yakin Cuma saya kok yang ngerasa gitu
Rumah kos saya ini bertetanggaan dengan guru Sejarah saya waktu SMA, beliau adalah Bapak Didik Paranto. Rumah beliau pas banget depan rumah kos saya.
Kana 5 adalah sebuah rumah sederhana, amat sederhana, sebuah rumah induk (yang kecil), dan 9 kamar kos yang disewakan. Rumah ini tidak memiliki garasi, tetapi menyediakan fasilitas dapur, mushola, dan ruang tamu, yaiyalah, wajib kali itu..hehe. lantainya sudah berkeramik putih bermotif sedikit, teman saya pernah berkomentar ,”kos kok keramiknya bagus”, oh iya ya, saya malah gak nyadar. Fasilitas untuk anak kos, sebuah kamar, satu dipan lengkap dengan kasur, bantal, dan guling, dan satu set meja kursi sekaligus rak. Ukuran kamarnya sekitar 3,3. Sewa kamar 180k/bulan, yang dibayarkan tiap 3 bulan. Biaya sewa ini meliputi sewa kamar, alat listrik standar (hp, setrika, laptop, kipas), dan air. Alat-alat elektronik yang berat seperti computer, magic com, dikenakan biaya tambahan, saya tidak tahu pasti berapa. Biaya sewa kos saya mengalami kenaikan pada tahun 2011 ini menjadi 190k. percayalah ini sebuah rumah kos yang sederhana, tetapi semua teman dekat saya suka, kata mereka “suasana kosmu ki rumah banget”. Alhamdulillah =)
Saat ini (kondisi terbaru 5-12-2011, he), kana 5 dihuni oleh 14 penduduk, dengan komposisi 13 cewek, 1 cowok (bapak kos saya), he.. kasihan si Bapak ini, mesti jaga pandangan setiap waktu, karena kami agak kurang ajar akhir-akhir ini, apalagi kalau kumat gejenya. Kenalan yaa, sama penghuni kana 5. Salah satu keluarga saya di Jogja yang menemani kehidupan saya 3,5 tahun terakhir ini (merasa berat mau pindahan).. he..
Keluarga ibu kos. Rumah induk kana 5 dihuni oleh 3 orang, yaitu Mbak Evi, Mas Adi, dan Keyla (3,5 tahun). Iya Keyla lahir sebulan sebelum saya datang. Suara tangisnya adalah backsound ketika kami mulai menepi di kamar masing-masing. Alarm pagi hari juga terkadang. Lebih menyeramkan ketika sampai tengah malam Keyla masih terbahak-bahak sedangkan suara papa-mamanya tak lagi terdengar, haduuh rasanya gak karuan, he..
Lantai 1 blok A adalah lantai 1 ruas pertama, yang dekat jalan, hanya ada 2 kamar. Kamar di blok A adalah kamar yang paling luas diantara kamar-kamar yang lain. Kamar 1 dihuni oleh Ludi (PT ’09). Ludi akan bermigrasi ke kamar saya ketika nanti saya pulang. Ludi belum lama tinggal di kos ini, seingat saya dia datang waktu saya pulang KKN, sekitar Juli 2010 lalu. Ludi suka bernyanyi, asli Serang, kandidat “yang betah ngamar”. Awal dia datang dulu, benar-benar ndak ada suaranya, sekali ngamar ya udah, paling keluar untuk mandi, wudhu, beli makan, selebihnya, di kamar aja. Sekarang, keadaan sudah berubah. Haha. Aslinya sudah ketahuan. kamar berikutnya dihuni oleh Mbak Evi (Biologi UNY ’05) dan Nita (FBS ’10). Sekamar berdua. Aturan sebenarnya untuk 1 orang saja, tetapi mereka berdua ikhlas dan rela untuk tinggal bersama, he jadi ibu kos rela juga. Duo Ngawi ni. Mbak Evi adalah tetua di kos, karena yang paling lama menghuni kos ini. Sejak 2005 tentunya. Nita datang tahun 2010 kemarin, sekitar Juli. Nita suka bermain teater, menurut saya dia mirip Qhachan, he. Ceria, banyak yang suka, ihiiy. Suka ngamar juga. Ah saya baruu tersadar, anak-anak blok A, suka ngamar semua. Di blok A tersedia mushola, ruang tamu, dan 1 kamar mandi.
Lantai 1 blok B, blok yang menghadap jalan, setiap hari panen debu, terutama kamar saya, yang kelihatan dari jalan, dan paling dekat tangga. Oh ada fakta cukup lucu, 3 dari 4 rumah kos yang pernah saya tinggali selalu memiliki tangga curam. Mesakke tenan. Untung aja yang ketiga ini, kamar saya di bawah. Di blok ini terdapat 2 kamar mandi, dapur, 4 kamar. Kamar yang paling dekat dapur dihuni oleh Mbak Kiki (PBI UGM ’10). Penghuni paling rajin. Mbak Kiki adalah partner curcol saya, he, karena nasehatnya yang super bijak dan tidak menghakimi membuat saya selalu kembali bercerita ketika menghadapi masa sulit dan butuh pertimbangan. Kamar sebelahnya ditempati Wulan (PT ’09). The silence one. Paling nggak ada suara. Kalau dah masuk kamar ya udah. Berangkat pagi pulang malam. Sebelahnya lagi ditempati oleh mbak Hani (PT ’05) dan Rani (FEB ’11). Mbak Hani pindah ke kos ini awal tahun 2009, Rani datang Juli 2011. Mereka berdua adalah kakak adik yang bertolak belakang. Kamar mbak hani adalah salah satu kamar favorit untuk merapat, lihat film atau sekedar bergosip. Hal ini dikarenakan kamar mbak hani paling banyak stok makanannya, wkwk. Dan saya adalah salah satu anak kos yang paling aktif merapat, antara kamar mbak kiki dan mbak hani, he. Saya pernah selama satu semester kalau tidak salah, tidur di kamar mbak kiki, he. Kamar yang paling dekat dengan rumah induk adalah kamar saya. Kamar saya paling ndak ada isinya daripada kamar yang lain.
Lantai 2. Lantai 2 terkenal dengan kamar yang maksa, maksa di bentuk kamar. Apalagi kamar mbak Erly (PT ’04), bentuknya L. mbak Erly sering pulang karena harus menemani ibunya yang tinggal sendiri. Kamar sebelahnya dihuni oleh Anisa (PT ’09). Anisa adalah teman SMA Ludi, jadi ya dah super kompak begitulah. Kalau tidak salah Anisa datang kesini karena Ludi, hehe. Penghuni terakhir adalah Rahma (PT ’09). Ini ni cs-an Wulan. Pergi awal pulang yang terakhir, maklum aktifis BEM Fapet.
Kamar saya. Kamar saya biasa aja, he. Apa yang mau diceritakan ya? sebenarnya kamar saya ini paling kotor diantara kamar lainnya, tetapi Alhamdulillah teman yang berkunjung selalu saja memuji ,kamarmu rapi rin, :’) sebenarnya pengen ngakak juga, tapi ya sudah lah. Dipuji ini, disyukuri saja. Kamar saya fasilitasnya standar, dan saya tidak menambahkan banyak hal. Kecuali di dinding saya tempelkan timetable, asmaul husna, dan kalender 2010, 2011. Di kamar ini saya menghabiskan masa hampir 3,5 tahun. Menjadi saksi bisu ketika saya meratapi IPK yang turun di semester ganjil, marah karena disukai kakak angkatan, menangis tergugu saat tahu orang yang disuka sudah tidak ada, meratapi skripsi yang tidak jua selesai. Kamar yang menjadi saksi ketika saya kecentilan saat menerima telepon tengah malam, terbahak ketika mendapat sms lucu. Menjadi saksi ketika saya menulis diary, haiss,
Salah satu sudut eternit kamar saya pernah jebol. Hal ini menyebabkan kotoran yang tersimpan di eternit tumpleg ke kamar saya. Hari itu saya baru saja dari rumah, lelah dan mendapati kamar begitu kotor karena jebolnya eternit, saya labil sekali saking jengkelnya saya membatalkan puasa. T,T
Kamarku, walau aku tidak memiliki nama khusus untukmu, terimakasih telah membantuku membuat kenangan yang tidak akan terlupakan. Aku akan berpindah, memperkaya diri lagi, menambah banyak jejakku di kamar-kamar yang lain. Ya, meninggalkan jejak.
Sebentar lagi Ludi akan berpindah, bersahabatlah dengannya. Jadilah hunian yang nyaman untuknya yang akan membantu dia mewujudkan segala citanya. =)
#saat saya post tulisan ini, saya sudah pindahan dari Kana 5, namun saya masih beberapa kali mampir dan menginap ketika ada keperluan di Jogja.