Artikel ini pernah dipublikasikan di SMA 1 saat aku masih kelas satu SMA,, bwt anak2 TLD masihkah kalian ingat???
Wakt engkau masih kecil, engkau laksana kawan sejatiku, dengan wudhu aku kau sentuh dalam keadaan suci, aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku kau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari, setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.
sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah??? Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa menyimpannya, aku sudah engaku anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.
kadang kala aku engkau jadikan mas kawin agar engkau dianggap bertakwa, aat aku engkau buat penagkal untuk menakuti setan dan hantu. Kini aku lebih banyak tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Diatas lemari , di dalam laci aku engkau pendamkan.
Dulu pagi-pagi surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya engkau baca aku beramai-ramai di surau bersama teman-temanmu.
Sekarang pagi-pagi setelah subuh engkau langsung berduel dengan soal-soal sambil diiriingi musik duniawi. Radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu itu bukan stasiun radio yang melantunkan ayatku. Waktu senggang engkau sempatkan untuk membaca koran atau buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan.
Waktu berangkat sekolah kadang engkau lupa baca pembuka surahku (basmalah). Di meja kelasmu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai belaja. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, menonoton pertandingan Liga Inggris, musik AFI, fear factor, FTV, dan sinetron atau malah bermain Play Station. Di depan komputer engkau betah duduk hanya sekedar memainkan game kesayanganmu.
Waktupun cepat berlalu . aku menjadi kusam dalam lemari, mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu, seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku, dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku. Apakah koran, TV, radio komputer dapat memberimu pertolongan, bila engkau dikubur sendirian menunggu hingga kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu. Setiap saat berlalu, ulang tahun engkau rayakan dengan hura-hura, padahal makin kuranglah jatah umurmu
Dan akhirnya kubur senantiasa menuggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, di kuburmu nanti, aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat. Tapi akulah “Quran” kitab sucimu, yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.
Peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci, yang berasal dari Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkan aku segera dari lemari atau lacimu, sentuhlah aku kembali, baca dan pelajari lagi aku. Setiap datangnya pagi dan sore hari. Setiap saat.
Wallahua’alam.