Sarapan bersama menjadi salah satu kebiasaan pagi warga GERI. Dilakukan di ruang tamu, dengan p0sisi duduk yang telah disahkan dengan tidak sengaja. Yah, sekedar inf0 aja, sebagai gambaran, ruang tamu GERI itu isinya 2 kursi panjang dan 1 meja untuk tempat meletakkan berbagai macam hal. Lantai 1 dihuni oleh 6 hawa nan cantik jelita, jadi pas untuk 2 kursi yang tersedia. Tiga hawa duduk bersama dalam satu kursi. Saya yang kebetulan cukup paling kecil, selalulah kebagian yang pojok. Mepetzz pokoke!!
Pagi itu lain, biasanya sarapan pagi kami adalah nasi kuning, tapi hari itu kami hanya berkumpul sambil menikmati kerupuk putih seharga 300 rupiah yang terhidang setiap saat di meja tamu. Baru bertiga( saya –Rina-, Mbak Evi dan Mbak kiki) yang berkumpul padahal sudah tergolong siang, sekitar pukul 6.30. walau bertiga, kegemparan GERI tidak dapat dihindarkan. Kegemparan semakin tidak bisa dihindarkan begitu seorang hawa yang terdeteksi sebagai Honeymoon –mbak hani- ikut nimbrung pembicaraan kami. Tanpa diminta mbak hani begitu saya biasa memanggilnya langsung berkata,” aku ingin nikah”
HAAAAH!!!!!!! Yang bener Han??? Komentar mbak kiki. Subhanallah hani, kata mbak Evi. Mbaaaak??? Kataku.
Reaksinya mbak hani hanya senyum2 malu-malu tapi mau dan juga ragu. (hahaha)..
Percakapan selanjutnya beralih pada pencarian cal0n dan sebagainya, hingga akhirnya kami berpisah ke kapal kami masing-masing untuk memulai kegiatan yang lain lagi.
Di suatu s0re, setelah siangnya menghadiri halaqah, mbak hani tiba-tiba membatalkan niatnya. “ternyata nikah itu rumit. Gak Cuma pgn th0k. justru malah ribetnya di persiapannya. Kata “mbakku” (murabbiyah-red),kita mesti khatam dulu tu buku seri nikah, paling nggak hafal juz 30, dan kalau masih ada tumpukan baju di kamar, mending puasa dulu deh,” begitulah cerita mbak hani. Saya yang waktu itu mendengarkan dengan cukup seksama, hanya mel0ng0.. beng0ng. teringat di kamar tumpukan baju k0t0r segunung, buku seri nikah,haddu..
Dan nikah itu tidak hanya sekedar pingin,,.