Feeds:
Posts
Comments

pingin Nikah

Sarapan bersama menjadi salah satu kebiasaan pagi warga GERI. Dilakukan di ruang tamu, dengan p0sisi duduk yang telah disahkan dengan tidak sengaja. Yah, sekedar inf0 aja, sebagai gambaran, ruang tamu GERI itu isinya 2 kursi panjang dan 1 meja untuk tempat meletakkan berbagai macam hal. Lantai 1 dihuni oleh 6 hawa nan cantik jelita, jadi pas untuk 2 kursi yang tersedia. Tiga hawa duduk bersama dalam satu kursi. Saya yang kebetulan cukup paling kecil, selalulah kebagian yang pojok. Mepetzz pokoke!!

Pagi itu lain, biasanya sarapan pagi kami adalah nasi kuning, tapi hari itu kami hanya berkumpul sambil menikmati kerupuk putih seharga 300 rupiah yang terhidang setiap saat di meja tamu. Baru bertiga( saya –Rina-, Mbak Evi dan Mbak kiki) yang berkumpul padahal sudah tergolong siang, sekitar pukul 6.30. walau bertiga, kegemparan GERI tidak dapat dihindarkan. Kegemparan semakin tidak bisa dihindarkan begitu seorang hawa yang terdeteksi sebagai Honeymoon –mbak hani- ikut nimbrung pembicaraan kami. Tanpa diminta mbak hani begitu saya biasa memanggilnya langsung berkata,” aku ingin nikah”

HAAAAH!!!!!!! Yang bener Han??? Komentar mbak kiki. Subhanallah hani, kata mbak Evi. Mbaaaak??? Kataku.

Reaksinya mbak hani hanya senyum2 malu-malu tapi mau dan juga ragu. (hahaha)..

Percakapan selanjutnya beralih pada pencarian cal0n dan sebagainya, hingga akhirnya kami berpisah ke kapal kami masing-masing untuk memulai kegiatan yang lain lagi.

Di suatu s0re, setelah siangnya menghadiri halaqah, mbak hani tiba-tiba membatalkan niatnya. “ternyata nikah itu rumit. Gak Cuma pgn th0k. justru malah ribetnya di persiapannya. Kata “mbakku” (murabbiyah-red),kita mesti khatam dulu tu buku seri nikah, paling nggak hafal juz 30, dan kalau masih ada tumpukan baju di kamar, mending puasa dulu deh,” begitulah cerita mbak hani. Saya yang waktu itu mendengarkan dengan cukup seksama, hanya mel0ng0.. beng0ng. teringat di kamar tumpukan baju k0t0r segunung, buku seri nikah,haddu..

Dan nikah itu tidak hanya sekedar pingin,,.

KETIBAN BEL

“Everything comes for reason”

Demikianlah salah satu kalimat yang saya ingat dari mata kuliah Akuntansi Manajemen. Pak Mulyadi selalu memulai dan mengakhiri kuliah dengan kata-kata bijak. Namanya opening remark dan closing remark. Matakuliah yang bedaa pokoknya. Waktu kalimat itu disampaikan, saya manggut-manggut aja. Sok ngerti, sok paham gitu lah pokoknya. Sampai akhirnya saya mengalami suatu kejadian.

Lima hari sebelum ujian akhir semester, saya dihinggapi “bel”. Dulu temen-temen SMA menamakan penyakit ini “saring-gan”. Waktu itu lagi booming Naruto kayaknya. Awalnya ada mbak kos yang kena. Karena belum pernah tau kalau kena “bel” itu seperti apa, terpesona saya menatap mata beliau, padahal sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak menatap mata dan dilarang juga, tapi tetap ngeyel. Sehari setelahnya, mata kanan saya bengkak. Sebelum parah benar, saya pergi ke GMC dan ternyata positif kena “bel”. Baru mata kanan saya yang kena. Agar tidak menjadi demikian parahnya, maka mata saya harus ditetesi obat, 4 kali sehari sebanyak dua tetes.

Saya takut dengan tetes mata. Menetesi mata orang lain saja saya nggak berani, apalagi mata saya sendiri. Dua hari pertama saya sakit, setiap 5 jam sekali, saya bertandang ke kamar Mbak Kiki, atau Mbak Evi atau Mbak Tatia, kesemuanya selalu diawali dengan kalimat yang sama ,” Mbak, tetesin mataku ya.”. Lama-lama ngerasa gak enak juga, tiap mau netesi harus ke kamar lain, padahal kontak mata juga bisa menularkan penyakit ini.

Akhirnya, dilandasi keinginan untuk tidak ngrepoti dan tidak nulari, saya latihan netesi mata saya sendiri. Tetesan pertama, jatuh di tepi mata. Airnya ngalir semua ke pipi, gak ada yang masuk mata. Tetesan kedua, alhamdulillah cukup ada yang masuk ke mata. Selanjut-lanjutnya, saya berhasil meneteskan dengan baik.

Setelah sakit itu, saya teringat kata-kata bijak yang diatas. Oh iya, begitulah Allah mengajari saya agar mandiri dalam menetesi mata. Dengan diberi sakit “bel” terlebih dahulu. Bisajadi kalau saya tidak sakit “bel”, saya tidak akan pernah berani untuk menetesi mata saya sendiri.

Ps: “robbana ma khalaqta hadza bathila” Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

semester 4 ku…

Alhamdulillah,, sudah menjalani separuh dari semester 4. Serasa tidak percaya telah sampai pada titik ini, rasanya baru kemarin ngalamin simfoni, dihukum pas hari kedua, ngerjain tugas sampai malam. Hmmm tak trasa telah menjalani proses itu.

Semester 4 ini diawali dengan kebingungan. Antara akan mengambil 20 atau lebih sks. Awalnya akan mengambil 20 sks saja, dengan alasan tahun ini adalah tahun kepengurusan angkatan 2007 di FEB, jadi mungkin akan banyak sibuk juga di luar (luar kuliah maksudnya). namun setelah konsultasi dan Tanya-tanya ke temen2 deket, hampir semua menyarankan “ambil lebih dari 20 ukh, mumpung IP mu masih mencukupi dan kita masih dalam masa semangat belajar”. Akhirnya dimantapkan hati ini untuk mengambil 23 sks. Yaitu : AKM 2, AKL 1, AUDIT 1, SIA, SOSPOL, AKMEN, MK 2, dan APLIKOM.

Tidak bisa aku bayangkan akm, akl, akmen audit dalam satu semester. Sempat terbayang pastilah semester ini akan super berat, oh tidaaaak!!! Diatas bayang-bayang sibuknya semester 4, daku mencoba konsultasi ke mbak nida. Yakin mbak itu akl, akm dan akmen jadi satu dalam satu semester?? Aku bertanya lewat sms dengan nada yang kaget dan tidak percaya. Jawaban dari mbak nida cukup singkat “ yakin. Malah IP tertinggiku di semester 4” oh Tuhan, iyakah??!! Masih dengan rada tidak percaya dan senyum agak dipaksa juga akhirnya ngambil juga deh itu 23 sks. sejauh ini semuanya masih berjalan on the right track walau dengan nilai yang tidak berada dalam batas normal.

Ujian mungkin tepatnya, godaan muncul di hari pertama kuliah. Pak Gunggu menyarankan agar aplikom mengambil dosen pak Haryono aja, kalau pak Sumiyana itu 100% mahasiswa. Haah???!!! 100% atas usaha mahasiswa?? Dheg thuing thuing dah mau muntah gitu, masih ada 2 kursi siy di kelas pak haryono, tapi akhirnya membulatkan tekad di kelas pak sumiyana aja. Sejarah kelas pak sumiyana ini hanya ada 3 nilai A, A- dan F. hmmm,,, cukup menegangkan. Hari pertama di kelas pak sumiyana, banyak temen2 yang aku kenal ngambil kelas beliau. Ada imam, alasan bertahan di kelas ini “aku pingin suasana baru, kuliah di labkom”. Kalo damara alasane unik, aku mau disini aja. Nek kiki, mbak dila, inggar, duey, kurang tau juga alasane apa. Nek aku apa ya alasane?? Ngikut damara, hahahaha..

Setelah 8 kali pertemuan, ternyata kelas yang diramalkan akan jadi kelas membosankan dan menegangkan ini ternyata menjadi kelas yang aku sukai. Menyenangkan, 2 jam di labkom, buat database, gak peduli pak dosen atau gak yang penting kita  masuk labkom, ngadepin computer, kalau lagi beruntung bisa sambil online, chatting deh. Tapi biasanya gak sempet, sibuk Tanya sana-sini logika yang bener kayak mana.

Pernah suatu kali ditanya seorang teman, gimana rin di kelas pak sumiyana? Jawabku asyik kok, nyenengin. Dia terkaget2 mendengar jawabanku, ya emang siy tugasnya marai sebel nek pas nggawe tombol ternyata gak jalan atau dah buat query panjang2 ternyata di laporan gak muncul, tapi itulah sensasinya menurutku., disitu kita belajar sabar. Sabar buat tombol di tiap form Karena tiap kali di copy paste dia gak akan jalan, padahal kadang ada 6 form @ 3 tombol. Pegel juga siy, kadang mata mpe nangis, perih gitu.. tapi di samping duka yang tak seberapa itu, aku mendapatkan kenikmatan yang tiada tara, dan akhirnya aku menyadari sepertinya aku tertarik dengan bidang ini. Semoga banyak hikmah bias diambil dari kelas dan matakuliah ini.

Syarat mudah untuk dapet A di kelas pak sumiyana:

  1. masuk terus, maksimal gak masuk 1 kali aja
  2. kerjakan semua tugasnya
  3. jangan pindah computer
  4. ikut ujian UTS dan UAS
  5. berdoa

insyaAllah dengan menerapkan 5 syarat itu bisa dapet nilai A paling nggak A- lah ya.. nilai F untuk yang tidak masuk dan mungkin hobi copy paste dari jawaban tahun lalu.

“Saat kau mulai membenci sesuatu, cobalah buka pintu lain untuk melihatnya dari sisi yang berbeda.”

have you ever…

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat hamba saat ia sedang tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ssaat di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan berbeda saat ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur. tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikan ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu
Kini semakin tua dan ringkih,
Betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
Betapa kerut merut mulia terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmmm kulitnya mulai keriput dan
Tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu
Kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan
Dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang,
Dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu:
Ayah, ibu, kakak, adik, sahabat, semuanya
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya
Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat
Menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat
Betapa banyaknya pengorbanan yang telah
Dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil
Yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.

Dan ekspresi wajah ketika tidur itupun mengungkapkan segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara di berkata ,” betapa lelahnya kau hari ini”
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah?
Tak lain adalah kita.
Kakak, adik, sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya untuk selamanya……….

cewek cuma punya dua kata buat ngomentari hal lain..

apa itu??

wah wah aku ketawa-ketawa ndiri baca comment yg masuk… makasih ya, dah ngasih comment,, maaf sebelumnya lama gak dilanjutin,,, sok sibuk siy.. :-D

Posting ini terinspirasi dari hasil ngobrol dengan seorang teman..(buat info aja) haha..ha..

Daripada muter-muter, kata yang dipunyai cewek itu :

1. IH LUCU..

biasanya ini di pake ngomentari barang atau hal yang cukup  bagus,,, ya kira-kira begitulah..

2. LUCU BANGET

kalo yang ini dipake buat ngomentari hal atau barang yang benar-benar menarik perhatian dia,,

Yuhuu,,, kalo misalnya kita mau ngambil dikit kesimpulan. ini sesuai banget ama sifat cewek yatu cenderung tidak to the point (ho’o ra tho?).

padahal ya LUCU itu ada kepanjangannya yaitu LUgu tur CUlun..

nah LUGU ada kepanjangane lagi LUcu tur waGU..

hahahaha…

hayo.. kalian mesti sering dengar statement ataupun question di atas?

pernah nggak siy kalian berpikir kok hal itu bisa terjadi.

Ketika berkata hal itu, orang sedang terkaena “stereotype”. apa itu? ini adalah semacam sindrom yang dengan mudah menyimpulkan atau menyederhanakan tentang suatu fenomena.

contoh lain ttg orang luar jawa akan dengan mudah berkata ” orang jawa lembut2 ya” padahal kenyataannya kan tidak semua orang jawa lembut, hehe,,

aku telah menemukan dua teori (alah) bukan ding hanya suatu hal yang mungkin bisa dijadikan pendukung, kenapa orang guki putih2…

apakah teori itu…

Argumen 1

(setelah mengikuti kuliahnya pak SS)

Siang itu beliau bertanya tentang identitas kami, yah karena hari itu adalah pertemuan ke sekian kami di kelas u304.

Lupa bagaimana percakapan panjang di kelas itu dimulai dan diakhiri hingga pada akhirnya diperoleh suatu kesimpulan bahwa anak UGM yang berasal dari tiap kabupaten di DIY itu dapat dibedakan dari kulit wajahnya..

  1. anak UGM dari gunungkidul biasanya kulitnya putih. Kenapa?

Karena letak gunungkidul itu di agak tenggara dari UGM . ketika dia berangkat menuju UGM pagi-pagi, dia membelakangi matahari yang sedang terbit yang memancarkan sinar hangatnya,, sehingga wajahnya tidak terkena sinar matahari maka putihlah wajahnya…. punggung item no, kan kena matahari terus,hehehe

Kondisi ini juga terjadi ketika dia pulang dari UGM di sore hari, dia membelakangi matahari lagi yang kini mulai tenggelam…

  1. anak UGM yang dari Bantul biasanya kulit wajah sebelah kanan lebih gelap dari sisi sebelah kiri.

Hal ini terjadi karena ketika dia berangkat menuju UGM wajah bagian kanan dia terkena hangat sinar mentari pagi yang terbit dari arah kanan dia….hal ini juga terjadi ketika dia pulang dari UGM

Lanjutin ndiri ya buat daerah kulonprogo ma Sleman…

Ini hanya teori candaan dari salah seorang dosen Akuntansi Pengantar II di FEB,,, yach emang agak aneh siy tapi lumayan bisa dipake mbela diri kalo masih ada yang bilang “orang gunungkidul putih2 ya,“

Argumen II

(dari perkataan seorang teman)

Jadi menurut argumen kedua ini, hal yang menyebabkan kulit orang gunungkidul putih itu adalah adanya kapur di airnya. Dapat diamati gitu lho ya kalo gunungkidul itu sebagian besar daerahnya daerah kapur… jadi ya wajar aja. Hayo pada tau gak nama danau yang terdapat di pegunungan kapur??? Jangan lupakan pelajaran geografi waktu dulu….

Ah udah ah bahas Go3ki-nya,,, ntar ndak jadi Ethnosentrisme. Ini paham yang tidak baik karena terlalu membanggakan budaya daerahnya sendiri, bangga siy oke tapi kalo mpe nganggap budaya daerah yang paling baik, itu buahaya. Buahaya bangets,,, bisa bikin integrasi Indonesia terancam…

Wokey,,, teman“Q… bagaimanapun warna kulit kalian kita tetaplah saudara karena-Nya.. kita semua sama di hadapan-Nya…

Sekian aja d, aku selalu berusaha untuk menyayangi kalian karena-Nya.. J

hehehe

Artikel ini pernah dipublikasikan di SMA 1 saat aku masih kelas satu SMA,, bwt anak2 TLD masihkah kalian ingat???

Wakt engkau masih kecil, engkau laksana kawan sejatiku, dengan wudhu aku kau sentuh dalam keadaan suci, aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku kau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari, setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

sekarang engkau telah dewasa

Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah??? Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa menyimpannya, aku sudah engaku anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.

kadang kala aku engkau jadikan mas kawin agar engkau dianggap bertakwa, aat aku engkau buat penagkal untuk menakuti setan dan hantu. Kini aku lebih banyak tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Diatas lemari , di dalam laci aku engkau pendamkan.

Dulu pagi-pagi surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya engkau baca aku beramai-ramai di surau bersama teman-temanmu.

Sekarang pagi-pagi setelah subuh engkau langsung berduel dengan soal-soal sambil diiriingi musik duniawi. Radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu itu bukan stasiun radio yang melantunkan ayatku. Waktu senggang engkau sempatkan untuk membaca koran atau buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan.

Waktu berangkat sekolah kadang engkau lupa baca pembuka surahku (basmalah). Di meja kelasmu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai belaja. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV, menonoton pertandingan Liga Inggris, musik AFI, fear factor, FTV, dan sinetron atau malah bermain Play Station. Di depan komputer engkau betah duduk hanya sekedar memainkan game kesayanganmu.

Waktupun cepat berlalu . aku menjadi kusam dalam lemari, mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu, seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku, dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.

Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku. Apakah koran, TV, radio komputer dapat memberimu pertolongan, bila engkau dikubur sendirian menunggu hingga kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu. Setiap saat berlalu, ulang tahun engkau rayakan dengan hura-hura, padahal makin kuranglah jatah umurmu

Dan akhirnya kubur senantiasa menuggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, di kuburmu nanti, aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat. Tapi akulah “Quran” kitab sucimu, yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci, yang berasal dari Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkan aku segera dari lemari atau lacimu, sentuhlah aku kembali, baca dan pelajari lagi aku. Setiap datangnya pagi dan sore hari. Setiap saat.

Wallahua’alam.

mY FirsT BloG

Assalamu’alaikum…wr…wb..

Salam kenal… dan selamat datang di blog saya (Rina/Narinawati juga boleh :) )…

semoga blog ini di bisa bermanfaat bagi yang membacanya….

sekian dulu… mohon maaf bila ada kekurangan dalam blog ini,, maklum.. masih pemula.. :D

Wassalamu’alaikum…wr…wb…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!