Archive for June, 2011

CERITA

Saya dekat dengan cerita. Ya, sejak kecil saya sudah didekatkan pada berbagai cerita. Bukan, bukan dari Bapak atau Mamak saya. Akan tetapi dari buku. Buku cerita yang sengaja Bapak pinjamkan dari perpustakaan sekolah tempat beliau mengajar. Mamak jarang menemani saya belajar. Beliau lebih banyak berperan menyiapkan apa yang saya butuhkan untuk mendukung ke-fit-an saya untuk belajar. Menyiapkan makanan, menyiapkan baju untuk sekolah, menyiapkan tempat saya belajar (merapikan kamar maksudnya), hehe. Sedangkan Bapak berperan lain. Beliau yang menyiapkan fasilitas untuk belajar, membelikan buku, mengantar ke sekolah, menemani belajar, membantu mengerjakan PR, menanyakan kehidupan di sekolah. Mamak cukup sebagai pendengar.

Ya, Bapak memang yang lebih dekat dan lebih aktif dalam proses belajar saya. Sejak saya bisa membaca, Bapak mulai membawakan buku cerita dari sekolah. Untuk saya baca. Tidak harus selesai dalam satu hari, Beliaupun tidak menanyakan apa isi ceritanya? Siapa tokohnya? Dan beliau juga tidak mengecek apakah saya benar-benar membacanya atau tidak. Akan tetapi beliau tahu saya ketagihan karena saya mulai berpesan, minta dibawakan pulang, hehe. Lain waktu, jika saya berkesempatan ikut beliau ke sekolah, saya dibiarkan berlama-lama di perpustakaan sekolah. Ah itu tidak layak disebut perpustakaan. Hanya sekumpulan rak yang berisi buku penuh debu dan di ruangan yang sama yang digunakan sebagai kantor di SD tersebut.

Bapak dan Mamak memang tidak sempat untuk menceritakan satu dua kisah karena waktu luang beliau adalah untuk istirahat atau untuk ke ladang, mengurus berbagai tanaman. Saya dulu tidak diijinkan main di luar rumah terlalu lama. Sejak saya berani ditinggal sendiri di rumah, saya diwajibkan jaga rumah. Karena TV waktu itu masih butuh aki dan hitam putih, teman saya jaga rumah adalah buku. Wuisss. Haha rada sombing dikit lah.

Jujur saja saya sudah lupa buku apa saja yang saya telah saya baca. Tetapi saya masih ingat beberapa (mungkin yang berkesan) diantaranya Keluarga Bahagia (Arswendo Atmowiloto) >> bukunya Alhamdulillah masih ada, Merpati Putih (Enyd Bliton) >> bukunya entah dimana, dan buku usang tanpa sampul karya Enyd Bliton juga, tinggal beberapa cerita dan beberapa cerita itu juga tidak penuh.

Maka inilah kutipan mengenai cerita:

Setiap orang menyukai cerita. Cerita memberikan warna, menggugah emosi, dan tak lekang ditelan waktu.

Vanessa Davey

Leave a Comment

HIGH HEELS

(koleksi tulisan beberapa bulan lalu)

Sampai hari ini, jenis ini belum juga saya sukai. Walaupun itu mungkin akan sangat menguntungkan saya (baca: tampak lebih tinggi). Akan tetapi saya ingin memilikinya, satu aja cukup, suatu saat nanti, insyaAllah.

Meramaikan kamar saya dengan suara radio pagi ini. Radio dengan frekuensi yang hampir selalu sama dari waktu ke waktu. Pembahasan pagi ini adalah tentang HAK. Salah seorang penelpon, menyampaikan ,“kenapa “hak” itu di belakang? Kalo di depan, ya nanti njomplang.” Saya tersenyum dan membayangkan high heels.

high heels

Bentuk high heels benar-benar menyiksa menurut saya. Jari-jari kaki harus turun gitu, lalu bagian belakangnya naik. tidak sama-sama menopang tetapi seolah ujung jari yang banyak berperan dalam menopang kaki. Hmm, kalo disambung-sambungkan dengan hak dan kewajiban, high heels bisa mencerminkan. Kewajiban kewajiban kita sangat banyak, bahkan lebih banyak dari waktu yang tersedia. Dan hak kita ada setelahnya, yang insyaAllah, setelah berjuta hal yang bisa jadi memberatkan kita, menyiksa kita, pemenuhan hak kita itulah yang akan meninggikan kita. Atas kewajiban menuntut ilmu, Allah akan meninggikan kita sekian derajat. Atas kewajiban berjihad, Allah akan memuliakan kita. insyaAllah.

Apakah itu efeknya otomatis? Sepertinya tidak. Ada bagian yang harus kita jaga dan kita murnikan, niat. Atas dasar apa kita melakukan sesuatu.

1 Comment

22 Juni 2011

This is the day, when she finished her defense, and then become

IKA SURYANINGSIH, S.E.

Alhamdulillah,, nikmatnya syukur setelah berlelah-lelah berjuang dan berusaha. The power of last minute. Terbayar sudah. ;)

*Insha Allah akan menyusul, segera ;)

Leave a Comment

Short Talk ;)

Malam ini, di sela bertugas saya berbincang dengan kawan-kawan seperjuangan di organisasi dulu (SEF-red). Mereka adalah Mas Rizky (Ketua SEF 2008), Anggi (Ketua SEF 2009), dan Zaki (Presidium Fossei Nasional 2010-2011 *semoga saya benar). Berbincang sejenak, ya hanya sejenak. Diawali dengan pertanyaan Anggi yang sederhana, tapi bagi saya konyol dan parah banget kok samapi dia nggak tau, hehe, tapi itu wajar karena saat ini memang dia sibuk di luar kampus.

Anggi : “Emang tadi Ika ujian ya Rin?”

Rina : “Iya, kamu nggak tau?” (sudah bermuka mengece, dan Anggi terbahak)

Zaki : “Terus gimana?”

Rina : “Alhamdulillah lulus. Yang maju hari ini lulus semua kok. Yanuar, Ikko, Shinta, Sasa”

Dan Anggi sangat tidak percaya Sasa sudah lulus, dan dia agak menyesal, aku kok lama banget ya, aku ngapain aja.

Alhamdulillah, muncul Mas Rizky, saya lalu menyelamati beliau karena lolos Tahap I seleksi IM. Dari 5000 sekian cuma lolos 158 ke seleksi berikutnya, hwaaooo,, tampaknya memang quality oriented gitu. Lalu dilanjutkan dengan sharing moment, bagaimana beliau kok bisa lolos, padahal lulus aja belum,, hehe, masih mengusahakan untuk sidang di bulan Agustus. Semangat Mas Rizky \(^o^)/

Maka beberapa hal yang Mas Rizky sarankan akan saya tuliskan di sini (hanya intinya):

1. Jadilah diri sendiri. Maksimalkan ketika menulis essay itu.Ketika menulis motivasi, jangan hanya untuk mencari pengalaman, akan tetapi eksplore lebih lagi, misal didasari oleh keadaan orang tua yang juga guru atau kontribusi lain yang ingin diberikan.

2. Rekomendasi sebaiknya disebar, jangan hanya dari kalangan dosen (FYI: Rekomendasi mas rizky didapatkan dari Bu Wiwin (Ketua Studi Buta Aksara UGM), Mas Andrie Javs (Ketua MITI Mahasiswa), dan seorang aktivis lingkungan. Gyaa,, hebaat hebaat semua yang ngasih rekomendasi, hehe.

3. Pengalaman organisasi, prestasi, penilaian terhadap diri sendiri lakukan dengan jujur.

Tiga poin, akan tetapi cukup mengena dan amat mahal. Wish me luck for the next batch ;)

Bagaimanapun, perbincangan singkat malam ini membuncahkan kerinduan yang dalam akan masa-masa sibuk organisasi. Rapat,melihat tingkah lain mereka saat penat. Banyak sekali inspirasi dan asupan energi yang bisa didapat walau hanya sekedar bertemu dan menyapa atau sejenak mengunjungi ruang sekre. Time goes so fast. Sudah dua tahun berlalu. Heuu..

PS: pasukan penghuni SEKRE pakabar ya?? Dani Aufar, Dian Fitri Cahyani, Lya Sukmawati, Ema Nur A, Rysanti Windasari, Ahmad Syaifuddin, Eko Prihartono, Agung Rahmanto, Rizki Kuncoro Hadi, Lingga Binangkit, Nuki Rifan Yuniardi, Ika Suryaningsih, Dewi Wulansari, M.Zia Anggiawan, Ahmad Zaki, Yudistira Yudadisastra, Rizka Insani, Eka widyaputri, Rahma.

Kangeenn masa-masa itu ;)

1 Comment

sugeng tanggap warsa ;)

Hei my beloved Father ;) ,,

hari ini aku memang tidak berada di sampingmu, tapi yakinlah selalu bahawa aku selalu mencintaimu.  ^#^

Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.