Archive for December 14th, 2011
Dari KENDHIL sampai PINDUL
Posted by narinawati in Uncategorized on December 14, 2011
Ajakan jalan datang dari Paman pada Sabtu sore (oh beruntung sekali saya langsung pulang begitu dari pernikahan Lia di Klaten. Ajakan itu langsung kami iya kan. Alhamdulillah juga mbak Dwi juga masih di rumah, jadi perjalanan akan lebih ramai.
Gunung Kendhil
Ahad pagi kami berangkat. Paman, bibi, afni, rahma, saya, mbak dwi, rafiq, dan ricky. Tujuan pertama adalah gunung kendhil. Menurut kabar, gunung kendhil menawarkan pemandian air panas dan juga terapi, jadi kami sudah bersiap membawa baju ganti. Oh ya, dan saya sudah memakai baju kotor saya ketika berangkat, haha.
Kami menempuh perjalanan melalui jalan wonosari, lurus ke arah semanu, ketika sampai pertigaan pilih bedoyo atau ponjong tentu saja harus memilih ponjong. Dari situ perjalanan 6 km lagi. Jika ada yang mengetahui kecamatan Ponjong, maka gunung kendhil terletak 150m dari kecamatan Ponjong. Tenang saja, jalur transportasi lancar, dan suguhan pemandangannya cukup menenangkan, persawahan di kanan kiri.
Saya tidak mahir dalam menceritakan sesuatu, maka biarlah foto yang bercerita. Beberapa foto yang saya ambil.
Taman wisata gunung kendhil terbilang masih baru. Terekspose karena program KKN Khusus dari UPN ‘veteran’ Yogyakarta. Tempatnya menyenangkan, saran saya jangan datang di siang hari. Datanglah pagi sekalian atau mendekati ashar sekalian, karena kolam renang yang di sediakan adalah kolam renang outdoor, beratapkan langit. Ada 3 kolam renang, untuk anak-anak, kolam yang kedalamannya paling 50m, dan yang paling dalam adalah 100m (kayaknya, saya nggak tanya ke pemandu dan gak ahli perenangan :p). ada fasilitas lain yaitu kolam kecil untuk terapi, dan satu aula besar untuk beristirahat. Disediakan tikar untuk duduk-duduk dan tidak perlu bayar. Kalau anda kebetulan malas berenang atau berhalangan, anda masih bisa menikmati pemandangan gunung yang hijau karena jati. Sebelah utara gunung kendhil, ada semacam bak PDAM, anda bisa melakukan trekking kesana dan menikmati Ponjong dari atas. Saya belum sempat kesana si, tapi tampaknya asyik. Walaupun gunung kendhil masih baru, namun anda tidak perlu khawatir. Fasilitas lahan parkir yang disediakan cukup luas, dan dekat dengan mushola yang nyaman. Sudah mulai dibangun beberapa rumah yang saya perkirakana kan dijadikan penginapan, he.
Seusai renang, biasanya lapar melanda. Walau di area gunung kendhil belum terdapat rumah makan, anda sungguh tidak perlu khawatir karena Ponjong terkenal dengan wisata kuliner yaitu kompleks pemancingan. Paling jaraknya 15-20 menit dari gunung kendhil. Lokasinya bernama Simo, kampung wisata kuliner si daerah Genjahan Ponjong.
Simo, kampung wisata kuliner
Hari itu kami memutuskan untuk makan di RM Berkah Tirta. Banyak pilihan rumah makan di kampung Simo ini. Tinggal pilih. Suasana yang ditawarkan juga amat ciamik, pemancingan yang di kelilingi persawahan. Harganya juga terjangkau (saya dibayari jadi nggak tahu pastinya, he).
(Akhirnya) Gua Pindul (lagi)
Sebenarnya saya dan mbak dwi lebih mengharap akan dilanjutkan ke Wediombo. Hanya kami berdua yang belum bermain air, pengennya mah di pantai. Akan tetapi mendung sudah menggelayut dan gerimis menyapa, bulik tidak berkenan kami ke pantai. Paklik memiliki usul lain, gua pindul aja, yang searah jalan pulang. Sakjane yo dilewat-lewatke, he..
Gua Pindul, saya tidak terlalu antusias karena sebelumnya sudah ke sana. Saya dan bulik yang paling nggak antusias, rafiq ikut-ikutan nggak antusias karena pusing, mesakke. Beberapa foto di gua pindul.
Tidak perlu banyak bercerita tentang tempat wisata ini, karena sudah diekspose oleh pengelola melalui website wisata gunungkidul, dan beberapa teman saya juga mengelola pembuatan souvenirnya. Cukup ke sana dan nikmati, banyak pilihannya, caving, rafting gua, rafting oya, monumen perjuangan, situs sokoliman, dan persawahan.
BONUS PERJALANAN
Dalam suatu perjalanan, tentu kita akan diberikan bonus perjalanan. Beberapa bonus perjalanan saya kemarin,
# Bulik dan Paklik saya adalah orang birokrasi, beliau berdua bekerja di kecamatan. Selama perjalanan beliau memperhatikan rumah di sekitar jalan. Kebanyakan rumah di kompleks kecamatan Ponjong sudah gedong dan bagus, itu menandakan kecamatan ini sudah maju dan kaya. Selain itu kondisi jalur transportasi juga bagus. Faktor pariwisata turut berperan dalam hal tersebut. Saya iseng bertanya, kecamatan mana yang terbilang kaya di gunungkidul. Bulik menjawab Ponjong karena hasil alam dan pariwisatanya, Tanjungsari karena wisata pantainya. Hmm.
# Mas Anas, Tim SAR, dan mimpi masa smp. Bulik memang orang yang gapyak. Beliau mengobrol dengan pemandu yang mendampingi keluarga kami. Salah satunya adalah Mas Anas. Begini, karena ramainya pindul, maka pemandu dibantu oleh tim TAGANA dan tim SAR. Ternyata Mas Anas adalah anggota tim SAR gunungkidul. Waa keren. Sayalalu ingat mimpi saya waktu smp. Saya sering melihat tim berseragam orange lewat halaman, kata mbak itu tim SAR. Pengen deh jadi anggota itu kata saya. Kata mbak, nggak mungkin banget lah. Saya sms ikko tentang hal ini, kata dia, renang aja nggak bisa. Mimpi yang benar2 hanya mimpi.
# rekreasi dan kekayaan diri. Sesibuk apapun anda, luangkanlah untuk bepergian. Bagi kami bepergian seperti ini amat mengkayakan diri, selain berbagi cerita bersama, hal ini juga ajang untuk saling sapa setelah sekian lama tidak berjumpa. Kadang di sela percakapan, Paklik menyelipkan nilai moral yang mesti kami pegang dalam menjalani kehidupan.
pernikahan kesepuluh
Posted by narinawati in Uncategorized on December 14, 2011
Sabtu, 10 Desember 2011, digelar walimatul ‘ursy pernikahan kesepuluh dalam teladan07, yaitu pernikahan Marlia Rahmawati Renaningtyas dengan Randi Abdullah. Pernikahan diselenggarakan di rumah mempelai wanita di Ds. Gatak, Kujon, Klaten.
Pagi itu Alhamdulillah cukup cerah, berangkatlah kami dari POM bensin Maguwo, spot kumpul, menuju Klaten. Kami dipandu oleh seorang adik yang katanya adalah temannya adiknya Lia (panjang bgt silsilahnya, he). Saya tidak tahu namanya, tapi makasih sekali ya dek. Perjalanan Alhamdulillah lancar, hanya mendekati pertigaan menuju rumah Lia, ada perbaikan jalan, jadi agak macet. Sebenarnya saya sudah sering mendengar kata Klaten, tapi belum pernah menjelajahinya secara utuh, hanya beberapa kali lewat, karenanya perjalanan kali ini sangat saya nikmati. Maaf ya fa, aku tidak datang ke wisudamu T,T
1,5 jam dibonceng ikko, akhirnya kami sampai di lokasi pernikahan, di rumah Lia tentunya. Di sana kami bertemu Oka, yang ternyata menjawab sebagai pendamping pengantin sepertinya, he. Lia amat cantik, dan masnya cukup ganteng (kata Felis dan Esti
). Lia sempat update status fb menjelang acara resepsi, yang kira-kira kata-katanya begini “its my day”. Haiii masih sempat ya update status, #dengan muka mupeng :p
Hal yang menarik adalah bagian khutbah nikah. Hehe. Salut untuk bapak yang menyampaikan khutbah nikah. Ringkasan khutbah yang sempat saya catat (niat banget ya,he);
“Modal utama dalam berumah tangga adalah tauhid kepada Allah. Bukan cinta. Cinta hanyalah bungkusnya saja. Tauhid kepada Allah kuat, cinta akan datang dengan sendirinya. Karena Allah yang memiliki cinta. Keadaan Sakinah Mawaddah wa Rahmah akan mengikuti.
Kewajiban suami kepada istri: 1) Memberikan Mahar 2) Mendidik istri ilmu untuk mengenal Allah 3) Memberikan nafkah lahir batin 4) Bergaul dengan cara yang baik.
Kewajiban istri kepada suami: 1)Taat, patuh, tunduk kepada suami selama suami masih dalam ketaatan kepada Allah 2)bergaul dengan penampilan yang terbaik. Segalanya hanya untuk suami”
Tidak bisa dipungkiri saya cekikikan mendengar khutbah itu. Ahh, betapa mulianya pernikahan, dan betapa besarnya tanggung jawab yang mengikuti. Saya cekikikan memandang diri saya, mampukah saya untuk itu? Biar Allah yang memampukan, dengan scenario indahNya.
Selesai acara kami mampir makan di Bakso Bendo Arab. Di sela makan maulvi bertanya kepada saya, Ikko, dan Felis, kalian kapan? Tidakkah kalian merasa khawatir? Kan teman-teman yang lain sudah menikah?. Kami mah ngakak ditanya begituan, belum ada calon, belum dapat kerjaan, belum ditanya ma orangtua, nyantai aja, kenapa khawatir terhadap sesuatu yang datangnya pasti, hanya belum tahu kapan. Mestinya khawatir tentang perbekalan menuju kehidupan pernikahan, kesiapan lahir batin kita.
Barakallah Lia =)
Recent Comments