Mau Cantik?

Mau Cantik? Jadilah Ramah

Ada satu cara mudah dan sederhana untuk menjadi cantik. Jadilah ramah.  Senyum tulus keramahan sungguh-sungguh akan memancarkan kecantikan.

**********

                Selama ini saya memang sering berinteraksi dengan bank tetapi belum pernah memperhatikan sikap CS dan Teller nya seperti sepekan terakhir ini. Dalam sepekan, saya mengunjungi dua bank yang berbeda. Di bank X saya berinteraksi dengan CS (Customer Service), sedangkan di bank Y saya berinteraksi dengan Teller.

Cerita di Bank X

Mbak CS yang melayani saya tersenyum ramah dan terasa tulus. Entah mbaknya sudah mengalami training ketulusan senyum berapa kali, he, namun senyumnya sore itu terasa nyaman. Menenangkan hati saya yang dag-dig-dug karena pertama kali berurusan dengan bank X. Saya disambut uluran tangan dipersilakan duduk dan ditanya keperluannya apa. Pembicaraan mengalir lancar, seiring kepolosan dan kebodohan saya yang kadang suka nyeletuk aneh-aneh. Sebagai tambahan informasi, saya datang jam 3 kurang, dan saya bertransaksi hingga jam 3.45. Mestinya itu sudah jam pulang, tetapi si mbak masih melayani saya dengan ramah.

Ramah. Adalah harga mati jika anda bekerja pada posisi yang berhubungan langsung dengan customer anda.

Cerita di Bank Y

Lagi-lagi saya harus ke bank. Kali ini saya berurusan dengan Teller. Si mbak tersenyum dan menanyakan keperluan saya. Dia kurang tanggap bagi saya. Mungkin masih dalam masa training. Hehe. Saya ditanya apakah membawa KTM atau tidak, saya jawab tidak (kan udah lulus). Mbaknya kaget karena saya sudah lulus dan menyarankan sesuatu berkaitan dengan buku tabungan saya. Sekalian saya mencari tahu bagaimana dan dimana saya bisa melakukan sesuatu itu. Entah kenapa saya malah banyak memperhatikan raut muka si mbak. Cantik, putih. Saya beralih ke bibirnya. Tidak ada senyum ketika memberikan penjelasan, berbeda dengan teller di sebelahnya. Saya mencoba memancing tersenyum, tetapi tidak berhasil. Ya sudahlah. Transaksi saya selesai, saya langsung bergegas setelah mengucapkan terimakasih.

Ketidakramahan. Ibarat api yang membakar habis kayu bakar kecantikan anda.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.