Paket yang Tak Kunjung Tiba

Sebagian kegalauan saya itu isinya kegalauan remeh temeh semacam hari ini masak apa ya, menu adek hari apa ya, ini kok semut banyak amat gimana biar mereka pergi ya, dan yang terkini banget adalah kapan paketku datang? *ndeprok di pojokan megang hp, menghubungi mbak penjual 😦

 

Dua minggu lalu, saya bertransaksi dengan seseorang, hendak beli masker organik. Akhir-akhir kok rasanya wajah makin kusam, bahkan kalah sama tembok rumah. Duh. Tanya-tanya dulu, lalu pesan ina ini itu dan akhirnya fixed order, transfer, lalu nunggu pengiriman. Biasanya sih 3-5hari sampai kalau dari kota itu, bilang saja kampung halaman.

 

Nah, Jumat Sabtu ditunggu kok tak jua datang. Oke disabarin lagi nunggu, tapi kok nggak juga datang. Akhirnya nanyain ke mbak penjual. Pakai ekspedisi apa, mana resinya. Jawaban si mbak memuaskan sih, cukup menjawab. Ya dasarnya saya gampang puas dan percaya ya udah, saya diam lagi. Esoknya saya tanya lagi, kok belum sampai ya, gimana ini? Si mbak bilang mau cari tau dulu, bilang juga kalau lupa minta resi. Okelah. Pas waktu itu saya juga lagi sibuk nggak keingat lagi.

 

Senin ini saya masih nungguin sih tapi juga belum datang. Lalu saya bilang ke suami, saya mau minta dikirimin ulang lah, pakai ekspedisi yang biasanya aja. E tanggapan suami malahan ,”minta uangnya dibalikin aja. Dah gak bagus itu kalau kayak gitu”. Awalnya saya kurang sreg karena itu barang yang saya penasaran dan pengen banget cobain. Tetapi setelah saya pikir-pikir, saya akan lakukan apa yang disarankan suai. Etapi besok mau nanya lagi aja ding ke mbak penjual sekalian lihat bagaimana responnya.

 

Transaksi yang ini emang rada geje sih, dari saya juga pas kurang aktif tanya. Misalnya pakai ekspedisi apa, mana resinya, dikirim darimana. Dari awal saya nggak tanya, terima beres aja pas diinfoin berapa ongkirnya. Ternyata si mbak pun tidak mengirimkannya langsung melainkan lewat agennya, saya tidak diberi info resi, tidak diinfo kalau katanya ada keterlambatan pengiriman. Ya, nggak apalah. Buat pembelajaran lain kali kalau belanja lagi, tanya-tanya dulu hal yang diperlukan.

 

Ps: pengalaman ini nggak bikin saya kapok belanja online kayaknya 😛 lebih memungkinkan buat emak2 minim akses mobilitas kayak saya *alasan

Advertisements

Pengalaman Baru

Alhamdulillah tiga hari terakhir bulan Juli ini dapat beberapa pengalaman baru. Tiga hari kemarin kami pergi ke Palembang untuk menemani mbak Andin transfusi, anggap saja ritual keluarga, atau agak keren dikit, staycation. Mwehehhehee.

 

diantar oleh driver baru dan diajak lewat jalan baru

Kalau ke Palembang, kami selalu menggunakan mobil kantor plus drivernya. Santai, keperluan kami biasanya memang sesuai untuk menggunakan mobil kantor. Ya walau ada plus-plusnya. Kemarin ini kami diantar pak Pendi, sebelumnya saya belum pernah diantar beliau. Sangat puas dengan cara beliau mengemudi. Bahkan saat di Palembang, kami dilewatkan jalan yang sebelumnya belum pernah kami tahu dan lewati, yaitu Puncak Sekuning. Menurut beliau, tempat itu adalah tempat tertinggi di Palembang. Ndilalah yang kami lewati kemarin kok yo kompleks TPU Puncak Sekuning. Hehe..

 

coba jajan di A&W

Saat makan malam, saya pengen cobain jajan di A&W. Meluncurlah suami saya ke gerainya di mall sebelah. Suami beli chicken mango lassi, burger, ayam, nasi sebagai bonus, beberapa cup soda yang mungkin bonus juga. Mmm setelah makan kami memutuskan tidak beli di situ lagi, terutama setelah lihat rekap di nota. Hahahhaa mahal mak, mending jajan di KFC aja

 

menginap di Red Planet

Sabtu sore, mbak Andin sudah boleh pulang. Karena kami berencana menebeng teman saat balik Prabumulih besoknya, maka kami pindah menginap di Red Planet. Di tempat yang sama dengan tempat teman menginap. Puas juga menginap di sini, apalagi pakai corporate card harganya jadi terjangkau, lumayan banget untuk satu malam. Kamar single dengan standar bed besar, cukup untuk kami berempat, kamar mandi yang nyaman, dan paling memuaskan adalah wifinya kenceng banget. Mau banget deh menginap di sana lagi. Mana ternyata itu kayaknya hotel favorit kawan-kawan suami kalau menginap di Palembang.

 

Jalan-jalan di Palembang Icon Mall dan Lotte Mart PTC

Terakhir ke Icon Mall masih sepi, baru beberapa gerai yang buka. Kemarin kaget banget, lampu sudah gemerlap dan ramai banget. Mall ini termasuk yang paling gede sih menurut saya kalau dibandingkan yang lain. Ada cinemaxx juga.

Minggu siangnya kami maen ke PTC, ke Lotte Mart. Rasa pengen borong, tapi kalau harga satuan g terlalu menguntungkan jadilah hanya beli beberapa yang kira-kira nggak ada di prabumulih.

 

Alhamdulillah. Ada mbak Achie, om Budi, mas Gilang dan mas Bagas diballik pengalaman-pengalaman baru itu. Terimakasih tante sekeluarga dah bersedia kami tebengi. kapan-kapan insyaAllah kami maen, cerita-cerita lagi 🙂 Terimakasih atas cerita-ceritanya

Memulai Kelasi Besi

Sebulan terakhir ini K1 mulai rutin mengkonsumsi obat kelasi besi. Keputusan ini berdasarkan hasil lab yang menyatakan bahwa nilai feritin (kadar besi) di tubuh K1 sudah di atas 2000. Sebagai pasien thalasemia dan menjalani transfusi rutin, peningkatan nilai feritin adalah salah satu efek samping. Mm bisa dikatakan itu hal yang otomatis.

Maka dimulailah drama meminumkan obat ke K1. Dua minggu pertama dia mau minum sendiri, walau agak lama. Setelah itu mogok. Harus dipaksa. Bahkan kalau ditanya, “minum sendiri atau dipaksa?” dia akan jawab ,”aksa”. Kalau ditanya ,”minum sendiri atau pakai pipet?” dia akan jawab,”pipet”. Jadilah setiap hari pada jam yang hampir sama akan terdengar suara tangisan dari K1 yang menolak minum obat. Mamak lelah, kadang pengen lupa tapi efek jangka panjangnya sangat menyeramkan kalau tidak rajin minum obat. Saat ini saja fungsi hatinya sudah mulai terganggu,, dilihat dari nilai SGOT SGPT.

Kami bener-bener mulai dari nol untuk urusan obat ini. Memperbaiki kebiasaaan awal yang suka lupa minum obat. Sembari mengharapkan kekuatan dan kesabaran yang berlipat dari Allah.

Buat pelega sudah menulis, semoga lain waktu bisa menulis lagi yang lebih panjang dan rinci tentang kelasi besi 🙂

 

Sate Legowo, apalagi saat membayar

Sate Legowo digadang-gadang sebagai salah satu sate paling mantap di Prabumulih. Mantap rasa, ukuran, dan harganya. Satu porsi kira-kira Rp40.000 saat sate lain di pinggir jalan hanya berkisar Rp12.000 – Rp15.000.

Saya belum pernah makan di warung makannya, baru sempat mencicipi ketika suami membawa pulang snack dari rapat berupa sate legowo. Itupun saya tidak tahu kalau namanya sate legowo, haha. Poll menthok saya pengennya makan sate padang yang enak di RM. Sederhana Lintau.

Lokasi warung makan sate legowo terbilang jauh dari kompleks, tepatnya di dekat tugu air mancur. Duh mana ya itu? yaa kira-kira dari pusat kota sampai ketemu jalan lingkar lah, he. Berapa kilometer dan berapa menit perjalanan, jujur saya belum pernah menghitungnya. Satu yang pasti, saya jarang sekali sampai ke daerah itu, paling kalau mau ke Palembang, atau dulu pernah hampir sebulan sekali saat masih kredit si blukuthuk Vega biru. Sekarang blukuthuknya tinggal kenangan, karena dia rela menghanguskan dirinya sendiri beberapa hari sebelum idul fitri tahun lalu. Eh ceritanya melenceng jauh 😀

Continue reading

[NulisRandom2015] Day 4 : Melewatkan Day 1, 2, and 3

Kalau bulan puasa, saat yang lain memulai puasa dari 1 ramadha, saya baru mulai di hari 4 ramadhan. Dan, berarti saya punya hutang 3 hari, hiks. Tak memulai dari Day 1, semoga saya tetap semangat menyelesaikan sampai akhir bulan nanti, aamiin.

Mau menulis kenapa sampai melewatkan 3 hari pertama [NulisRandom2015]

Day 1
Sedari pagi saya sudah seliweran di grup KEB. Sempat baca ada yang posting dengan tagar NulisRandom2015, nah tapi saya nggak ngeh. Hanya sepintas saja melihatnya. Menjelang tengah malam baru lihat teman share post dari nulisbuku.com, dan baru menyempatkan membaca syarat dan ketentuannya. Hiyaa,, sudah hampir tengah malam dan ditambah si kecil kurang bagus moodnya, akhirnya saya ikut tertidur ketika menemaninya tidur. Terlewatlah day 1 itu.

Continue reading

Cemilan Humaidah (part 2)

Anak Jempolan

Assalamualaikum ….

Kali ini saya mau berbagi apa saja cemilan yang saya buat untuk Humaidah. Semuanya allergen free, tanpa telur, dan gluten free (kecuali banana cake). Semoga bermanfaat, barangkali ada teman-teman yang sedang cari-cari resep cemilan untuk si kecil yang punya alergi makanan. Ohya, sebelumnya saya juga pernah share di sini.

Ubi dan Pisang Goreng #glutenfree #eggfree #allergenfree 5 buah pisang uli 1 ubi cilembu, kurang pas digoreng, lebih baik pakai ubi merah biasa. Adonan: 14 sdm tepung beras 4 sdm tapioka 2 sdm maizena Garam Cinnamon powder Baking powder 225 ml air Gula bubuk untuk taburan, kalo gula pasir di adonan, gorengnya lengket, penggorengannya bukan teflon atau keramik soalnya.. Hihi... Ubi dan pisang tidak dicampur. Rasanya enak.. Anak sama abanya doyan.. Ludes buat sarapan... Ubi dan Pisang Goreng
#glutenfree #eggfree #allergenfree
5 buah pisang uli
1 ubi cilembu, kurang pas digoreng, lebih baik pakai ubi merah biasa.
Adonan:
14 sdm tepung beras
4 sdm tapioka
2 sdm maizena
Garam
Cinnamon powder
Baking powder
225 ml air
Gula bubuk untuk taburan, kalo gula pasir di adonan, gorengnya lengket, penggorengannya bukan teflon atau keramik soalnya.. Hihi…
Ubi dan pisang tidak dicampur.
Rasanya enak.. Anak sama abanya doyan.. Ludes buat sarapan…

View original post 315 more words

IBC : Intan Bakery and Cafe

Dua pekan lalu (7 Februari 2015), setelah seharian berdiam diri di rumah akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan sekaligus makan. Sedari pagi kami belum makan besar, palingan ngemil-ngemil yang mengenyangkan, termasuk si kecil. Ketika ditanya suami, kita makan di mana? Saya jawab, ke Kampung Cemara atau Lombok Ijo saja, karena di situ ada menu favorit si kecil dan saya, yaitu nasi uduk :D. Tetapi, lagi-lagi Kampung Cemara, lagi-lagi Lombok Ijo, mulai bosan sebenarnya. Kami butuh menu baru, ceilah.

Semua siap, kami langsung bermotor ria keluar kompleks. Sewaktu sudah mendekati Kampung Cemara dan Lombok Ijo, yang mana tempatnya berdekatan, suami tidak melipir ke kanan, malahan bablas sampai patung kuda, ambil kanan. Saya pikir akan ke Warung Jogjlo atau Pindang Aisyah, tetapi mendekati kedua tempat itu tidak berhenti juga. Masih lanjut sampai melewati kalangan (pasar kaget) sampai beberapa meter setelahnya. Mau kemana tho? tanya saya. Dijawabnya kok nggak ketemu ya, kita coba sekali lagi ya. Yaa sok lah, saya juga nggak tau tujuannya mana dan boncengers, jadi manut saja. Sudah lapar jadi mulai rese. *ups

Continue reading

Resep: Nugget Tahu Campur

2014 sudah berlalu dan masakan saya masih gitu-gitu aja. Kalau Abby (Master chef US season2) sudah memasak sejak usia 2 tahun, maka saya baru 2 tahun memasak. *meratapi kok dulu waktu kecil gak ngrusuhi ibuk di dapur 😥

Cukup sudah meratap, maka saya bertekad untuk 2015 dan seterusnya ‘bisa masak enak dan variatif‘ #aamiin

Hari ini saya bingung mau masak apa. Pas buka kulkas, ternyata ada stok tahu putih. Beberapa hari sudah masak tahu goreng, mm nugget aja kali ya. Yang praktis tanpa mengukus. Kepikiran saya, dibuat kayak adonan bakwan saja nanti.

Sayangnya, apa yang saya pikirkan jauh dari kenyataannya, hedeh. Mau gak mau saya harus mengukusnya, agar tidak hancur saat digoreng nanti. Heh? Ujung-ujungnya tetap digoreng ya, he *nyengir*. Sementara mengukus adonan, saya menidurkan si kecil. Alhamdulillah, si kecil akhirnya tertidur bersamaan dengan matangnya adonan. Langsung saya selesaikan sebelum suami makan siang. Alhamdulillah suami mau memakannya. Haha, suami saya mah suka banget sama masakan saya. Walau jarang memuji atau berkomentar tidak masalah, asal tidak didiamkan saja, haha. Pas makan malam, saya nikmati nuggetnya bareng sambal terasi yang dicampur kecap, masyaAllah enak banget. Jadi keinget cara asik makan gorengan saat SMA. *nulisnya sambil telan ludah*

Ada yang mau coba gak ya? Hehe, ni lah yang tadi saya eksekusi.

Bahan:
5 buah tahu putih, haluskan
1 buah wortel, kupas, parut
1/2 papan mie telor, rebus sebentar, tiriskan
2 butir telur
3 siung bawang putih, haluskan
Gula dan garam, sesuai selera
Tepung terigu, sesuai selera
Tepung roti, secukupnya
Tepung maizena, secukupnya
Minyak goreng

Cara:
1. Campur rata semua bahan. Taruh dalam wadah. Lalu kukus selama 20-30menit. Angkat, dinginkan sejenak lalu potong sesuai selera.
2. Encerkan tepung maizena. Celupkan nugget pada cairan tepung maizena, lalu gulingkan pada tepung roti. Goreng dalam minyak panas sampai keemasan.

Catatan:
* maizena yang dicairkan digunakan sebagai pengganti telur.
* sebaiknya tahu diperas terlebih dahulu. Karena tadi tidak saya peras akhirnya ada sedikit air di lapisan atas adonan.
* tidak ada foto, karena dah malam, malas motonya. Hehe. Kapan2lah kalau mau, saya update. He

Kebon, 22.58
Belum ngantuk jadi nulis aja.

Blame

Di akhir masa kuliah, saya sempat ikut kursus singkat bahasa inggris. Ya, kemampuan bahasa inggris saya sangat cethek, terutama bahasan tenses. Hadeuh bisa pusing tujuh keliling saya kalau diminta mengubah misal dari present ke past. Lebih-lebih kalau lompat jauh ke present perfect future, apalah namanya. Kibarkan bendera putih sajalah, hehe.

Waktu itu ada 2 sesi, speaking dan writing. Honestly, sesi speaking yang paling berkesan. Tutor kami adalah Ms. Ning, berjiwa muda dan enerjik. Hehe. Ada beberapa bahasan yang waktu itu saya pelajari, dari yang dasar tentang pelafadzan (pronounciation, ya gak ya? *nyengir). Saya gagal mengucapkan ‘t’ dengan benar, terlalu medhok, hahaha. Bahas verb, kami dibekali buku saku, diminta menghafal, dan di akhir kursus dites hafalannya. Saya ingat sampai berisik dalam perjalanan menuju tempat les, demi menghafalkan buku saku itu. Setelahnya ada sesi story-telling. Saya ambil salah satu bab dari buku Tuesdays with Morrie tentang detachment. Tahu attachment kan? Nah ini kebalikannya, he.

Selama proses menghafal, ada saja kosakata yang terlupa. Strike, release, haduh. Lalu teman saya memberi tips, ingat saja tayangan ‘Mata Pancing’ atau ‘Mancing Mania’. Ternyata dua kata itu sering diucapkan di tayangan tersebut. Hokelah, beres.

Sayangnya, ada satu kata yang saya benar-benar tidak ingat sampai saat ujian. Kata itu adalah menyalahkan alias blame. Saya diam lama sekali sampai akhirnya saya bilang pass. Mungkin karena saya jarang menyalahkan jadi saya tidak ingat, hahaa gak ada hubungannya blass.

Karena pernah lupa dan salah, sekarang kata blame jadi terngiang terus. Experience is the best teacher.

Selamat tahun baru, menggores di halaman baru, semangat baru. Semoga selalu dalam kebaikan dan perbaikan
Kalau resolusi 2014 ada yang terlewat,  blaming ourself-nya jangan kelamaan, sebentar saja kemudian lakukan detachment, ikhlaskan. Lanjut perbaikan diri di hari ini.
Karena masa lalu adalah hal yang paling JAUH di dunia ini.

24

Alloh selalu punya cara untuk membuat saya berubah pandangan tentang apa yang tidak atau kurang saya sukai. Alhamdulillah (:

Dulu saya pernah kurang menyukai seseorang. Ndilalah pada suatu masa saya harus banyak berinteraksi dengannya. Di sela – sela interaksi itu sering ada tukar cerita, nah dari cerita-ceritanya itu saya jadi mulai kagum padanya. Nah lho benci bertransformasi jadi kagum.
Pernah dengar “cinta menguap seiring datangnya waktu dhuha”. Tampaknya demikian juga dengan benci. (:

Saya suka angka, terutama ganjil. 7, 17, 25, 13. Sama angka genap saya biasa aja. Qodarulloh, nikahan saya dilaksanakan pada semua yang berkaitan dengan genap, tanggal 24 bulan 6 tahun 2012 dengan anak ke-4 dari 5 bersaudara. Semoga ini petunjuk agar keganjilan dalam hidup saya akan segera genap *nah lho.. q:

Ngomong-ngomong sekarang adalah tanggal 24. Itu artinya pernikahan saya dan suami -mas Wawan- akan genap berusia 2 tahun 5 bulan. Alhamdulillah. Sudah warna warni. Senyum, ngakak, diem-dieman, ngambek, mutung, marahan, ngomel, penuh kejutan, nangis, jatuh, hehe markomplit dah, hehe. Sudah ada si kecil selama 10 bulan terakhir. Alhamdulillah

Uhibbuka fillah yaa zauji. Jazakallahu khoiron katsir